Wikipedia

Hasil penelusuran

Sabtu, 23 Agustus 2014

Nasib Negaraku

Kepandang sekelilingku diantara tangisan kaum pinggiran terdapat disekitarnya akan kerinduaan akan keadilan yang tak kunjung datang menghampirinya,kerinduan akan kesejahteraan yang semakin menjauhinya,kerinduan akan kedamaian yang semakin pudar dari pandangannya

Namun sikap para elit yang diharapkan sebagai dewa penolong yang dapat mengabulkan harapan kami yang semakin pupus sangatlah jauh dari jangkauan hendaknya hati mereka dapat merasakan kesengsaraan kaum kami yang perlahan menggerogoti jiwa dan pikiran

Sumbang suara itu terdengar dari jeritan dan tangis para jiwa yang ditindas oleh elit yang semakin haus akan kekuasaan,semakin menjerit semakin terasa pula penindasan yang merobek hati nurani,dendam akan para penguasa mulai terlintas dalam benak setiap jiwa yang tertindas akan kerasnya kehidupan sosial politik yang diterapkan para pemain Politik

Memalukan,,ketika mereka serukan segalah kelak ia kan bekerja untuk keadilan dan kesejahteraan kalangan bawah yang sangat jauh dari implementasi yang terjadi saat ini,sementara kami berjuang untuk keadilan dan kesejahteraan mereka beradu otot otak dan massa untuk kekuasaan yang kelak untuk keluarga dan anjing peliharaannya.

Ibu pertiwi tiada makna lagi,pancasila bukanlah ideologi Negaraku melainkan hanya seekor burung Garuda yang memiliki 5 gambar didadanya,UUD 1945 bukanlah suatu aturan dasar yang dijadikan pedoman berbangsa  melainkan hanya bahan bacaan generasi muda yang semakin diperbudak akan kejamnya kehidupan sosial politik

Dendam yang akan kekal di hati dan jiwa kaum bawah terus bergejolak hingga beberapa generasi mendatang,jalan yang mungkin dapat menyelesaikan problematika bangsa ini adalah perubahan dan perombakan pada suatu struktur mulai dari pucuk hingga akar  agar kiranya regenarasi yang bebas dari virus yang merusak ideologi suatu bangsa dan Negara

Berkibarlah sang saka di bawah naungan kalbu yang biru diatas jiwa yang tak goyah akan kekuasaan,terbanglah Garudaku menitari jagad ini aku tahu engkau bukanlah burung perkutuk,kekal lah tulisan itu(UUD 1945) yang merasuk jiwa para pejuang keadilan dan kesejahteraan kaum bawah.

Merdekalah dari jajahan saudara sebangsamu sendiri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar